Indikator | 23 Februari 2015 07:58 WIB

Produksi Padi di Jawa Menyusut


Produksi padi nasional antara tahun 2011 hingga tahun 2014 rata-rata bertambah 1,62 juta ton per tahun. Dalam kurun waktu lebih kurang empat tahun, produksi padi meningkat dari 65,76 juta ton (2011) menjadi 70,61 juta ton (2014). Namun, bila dikaji lebih dalam, khususnya antara tahun 2013-2014, ternyata produksi padi secara nasional mengalami penurunan sebesar 1,05 juta ton.


Susut produksi itu merupakan fenomena yang hanya terjadi di wilayah Pulau Jawa. Pada kurun waktu yang sama, produksi padi wilayah luar Jawa justru bertambah sekitar 0,38 juta ton. Turunnya produksi padi di Jawa dipicu oleh berkurangnya luas areal panen yang mencapai 113 ribu hektar. Penyusututan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kegagalan panen akibat serangan hama penyakit atau bencana alam seperti banjir atau tanah longsor. Selain itu, juga karena terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian sehingga luas areal tanam kian menyempit.

Alih fungsi lahan terjadi di semua tipe lahan sawah, termasuk sawah irigasi yang memiliki produktivitas tinggi untuk bercocok tanam. Wilayah di Pulau Jawa yang mengalami penyusutan sawah irigasi terbesar adalah Provinsi Jawa Barat. Hasil sensus lahan Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa laju konversi lahan irigasi di Jabar antara tahun 2008 hingga tahun 2012 mencapai tiga persen atau 22.151 hektar per tahun.

 

*) Angka Ramalan (ARAM) II 2014
 
Sumber: Badan Pusat Statistik

  • Artikel Terkait
blog comments powered by Disqus