Indikator | 23 Februari 2015 08:01 WIB

Harga Beras Beranjak Naik


Harga beras kualitas medium nasional sejak Januari 2014 hingga Februari 2015 rata-rata bertambah hampir satu persen atau Rp 78 rupiah per bulan. Kenaikan rata-rata tertinggi terjadi pada bulan Oktober 2014 sebesar Rp 961 per kilogram. Kenaikan tertinggi berikutnya terjadi pada masa peralihan tahun 2014 menuju tahun 2015, yakni pada bulan Desember 2014 ke Januari 2015 dengan besaran rata-rata sekitar Rp 300 per kilogram.


Kenaikan harga tersebut mengindikasikan adanya ketimpangan distribusi beras di pasaran. Daerah yang mengalami lonjakan harga relatif signifikan terutama di wilayah sekitaran ibukota DKI Jakarta. Hal ini dikarenakan sebagain stok beras medium untuk wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dioplos atau dicampur dengan beras berkualitas lebih rendah kemudian didistribusikan ke daerah lain untuk menambah margin keuntungan bagi pedagang. Akibatnya, pasokan beras di wilayah Jabodetabek berkurang sehingga mendongkrak kenaikan harga di tingkat pengecer hingga kisaran di atas Rp 10.000 per kilogram.

Untuk meredam hal itu, Perusahaan Umum (Perum) Bulog beberapa kali melakukan operasi pasar (OP) beras agar harga kembali normal. Biasanya, harga OP jauh lebih rendah dari rata-rata harga pasaran agar beras segera terserap di tingkat pedagang dan masyarakat sehingga harga dapat stabil kembali. Namun, kontrol OP ini sangat tergantung dari stok beras yang dimiliki Perum Bulog.
 
 

*)Beras kualitas medium
**) Harga rata-rata pada tanggal 2-18 Februari 2015
 
Sumber: Kementerian Perdagangan

  • Artikel Terkait
blog comments powered by Disqus