Profil Tokoh

Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Presiden RI ke-6 yang dipilih secara langsung melalui pemilihan umum tahun 2004. Ia maju sebagai calon presiden dari partai Demokrat, berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla dari Partai Golkar. Dalam pesta demokrasi pertama setelah Soeharto mundur, SBY berhasil memenangkan pemilu pada putaran kedua, 20 September 2004, merebut 60,62 persen suara pemilih. 

SBY bukanlah pemain baru dalam pemerintahan. Pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ia pernah menduduki jabatan Menteri  Pertambangan dan Energi  (1999). Kira-kira setahun kemudian Gus Dur menariknya ke posisi Menteri Koordinator bidang Politik, Sosial dan Keamanan. Namun pada Juni 2001, SBY mundur dari jabatannya. Saat Megawati naik menjadi presiden menggantikan Gus Dur, SBY kembali menduduki jabatan menteri. Kala itu Mega melantiknya sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (10/8/2001). Sekitar tiga tahun kemudian (11/3/2004), SBY kembali mengundurkan diri dari posisinya. Tak lama setelah itu SBY maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.

Persiapan SBY untuk maju dalam pemilihan presiden 2004 terlihat singkat. Sesungguhnya, sejak menjabat sebagai Menko Polkam di era Megawati, SBY sudah mempersiapkan kelahiran partai baru. Pada tahun 2001 SBY kalah dari Megawati dalam pemilihan calon wakil presiden dalam Sidang MPR. Melihat tipisnya perbedaan perolehan suara antara SBY dan Mega, muncul dorongan dari berbagai pihak untuk mengusung SBY sebagai calon presiden berikutnya melalui sebuah partai baru.

Pensiunan Jenderal bintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R Soekotjo dan Siti Habibah. Ayahnya pensiun dari militer dengan pangkat Letnan Satu. Ibunya adalah putri seorang pendiri pondok pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur. SBY dilahirkan di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949.

SBY mengenal dan akrab dengan nama Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang, saat ia duduk di bangku kelas lima sekolah dasar (saat itu bernama Sekolah Rakyat). Keinginannya untuk masuk Akabri (nama baru AMN) menguat dan berusaha ia wujudkan selepas lulus SMA akhir tahun 1968. Namun SBY terlambat mendaftarkan diri, sehingga ia memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Sambil menjalani pendidikan di PGSLP, SBY terus mempersiapkan diri untuk masuk Akabri.

Pada tahun 1970 SBY berhasil masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto. SBY yang semasa pendidikan di Akabri dijuluki jerapah, tergolong siswa berprestasi. Ia menjadi salah satu lulusan Akabri terbaik tahun 1973 dan menerima lencana Adhi Makayasa. Pendidikan militernya dilanjutkan di berbagai lembaga, baik dalam maupun luar negeri.

Karier militernya dimulai dengan memangku jabatan sebagai Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad tahun 1974-1976 membawahi sekitar 30 prajurit. Batalyon Linud 330 merupakan salah satu dari tiga batalyon di Brigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang I/Kostrad, yang berprestasi dalam berbagai operasi militer.

Seperti banyak rekan militer yang lain, SBY pun mendapat tugas untuk bertempur di Timor Timur. Di sana ia memimpin Peleton  II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak tahun 1976-1977. Sepulang dari Timor Timur, SBY sempat memimpin beberapa pasukan dan melanjutkan sekolah ke Amerika Serikat.

Sekitar tahun 1989-1993 SBY sempat ditarik dari lapangan menjadi dosen Seskoad, Dinas Penerangan TNI-AD, dan Koordinator Staf Pribadi Pangab Jenderal Edi Sudradjat. Kariernya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dunia internasional antara lain menjadi perwira PBB.

Selain di dunia militer, SBY juga pernah masuk lembaga legislatif dengan menjadi Ketua Fraksi ABRI di MPR (sidang istimewa MPR 1998). Pada tanggal 27 Januri 2000 SBY memutuskan pensiun dini dari militer dan terjun ke pemerintahan sebagai Menteri Pertambangan dan Energi, lalu Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan pada era Gus Dur. Di titik itulah perjalanan karier politik SBY dimulai dan mencapai puncak saat ia terpilih dan dilantik sebagai Presiden RI ke-6 tahun 2004.

(Fransisca Istiyatminingsih/Litbang Kompas)


BIODATA

Nama: Susilo Bambang Yudhoyono
Tempat/tanggal lahir: Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
Agama: Islam
 
PENDIDIKAN :
Umum :
SD Negeri Purwoasri I Kebon Agung, Pacitan
SMP Negeri I, Pacitan
SMA Negeri I, Pacitan, 1968
Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PG-SLP) di Malang, Jatim, 1970
Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), Magelang, Jawa Tengah,  1970-1973
Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS,  1991
Program Doktoral Institut Pertanian Bogor (IPB),  2004
Karya Tulis :
Disertasi: Pembangunan Pertanian dan Pedesaan sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran: Analisis Ekonomi Politik Kebijakan Fiskal
 
Khusus :
Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Bandung, Jawa Barat,  1988-1989
Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, AS,  1990-1991

PERJALANAN KARIER :
Pemerintahan :
1.     Menteri Pertambangan dan Energi Kabinet Abdurrahman Wahid,  1999 - 2000
2.     Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Kabinet Abdurrahman Wahid , 2000 - 2001
3.     Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Kabinet Gotong Royong (era Megawati Soekarnoputri),  2001 (mengundurkan diri 11 Maret 2004)
4.     Presiden RI,  2004-2009 dan 2009-2014
 
Legislatif :
Anggota MPR dari Fraksi ABRI, 1997 - 1998
  • Badan Pekerja dari Fraksi ABRI
  • Ketua Fraksi ABRI
  
 TNI/POLRI:  
 
Kepangkatan :
·       Letnan Dua (Letda), 1973
·       Letnan Satu (Lettu), 1976
·       Kapten, 1979
·       Mayor, 1984
·       Letnan Kolonel (Letkol), 1989
·       Kolonel, 1993
·       Brigadir Jenderal (Brigjen), 1995
·       Mayor Jenderal (Mayjen), 1996
·       Letnan Jenderal (Letjen), 1998
·       Jenderal, 2000
 
Jabatan :
·       Chief Military Observer United Nation Protection Force, Yugoslavia, Serbia, Kroasia, dan Bosnia Herz
·       Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad Bandung (Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad), 1974-1976
·       Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, 1976-1977
·       Komandan Peleton Mortir 81, Yonif Linud 330, Kostrad, 1977
·       Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad, 1977 - 1978
·       Pasi-2/Operasi (Perwira Operasi), Ma Brigif Linud 17 Kostrad Bandung, 1978 - 1979
·       Komandan Kompi Senapan C, Yonif Linud 330 Kostrad Bandung, 1979 - 1981
·       Perwira Pembantu (Paban) Muda Staf Operasi TNI AD, Jakarta, 1981 - 1982
·       Guru Militer (instruktur) Pusat Infanteri (Pusif) TNI AD, 1983 - 1984
·       Komandan Khusus Perwira Pelatih Infanteri, Pusif, Bandung, 1984 - 1985
·       Komandan Batalyon Infanteri 744 Kodam IX/Udayana, Dili, Timor-Timur, 1986 - 1988
·       Paban Madya Latihan Staf Operasi Kodam IX/Udayana Denpasar, 1988
·       Dosen Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad), 1989 - 1992
·       Perwira muda Koordinator Staf Ahli Dinas Penerangan TNI-AD, Jakarta, 1992
·       Koordinator Staf Pribadi Panglima ABRI, Jakarta, 1993
·       Komandan Brigade Lintas Udara 17, Kujang I, Kostrad, Jakarta, 1993 - 1994
·       Asisten Operasi Kasdam Jaya, 1994 - 1995
·       Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro, 1995 - 1995
·       Komandan Korem 073 Kodam IV/DIP Yogyakarta, 1995
·       Kepala Staf Kodam Jaya, 1996 - 1996
·       Pangdam II/Sriwijaya dan Ketua Badan Koordinasi Stabilitas Nasional Daerah (Bakorstanasda), 1996 - 1997
·       Asisten Sosial Politik Kepala Staf Sosial Politik (Assospol Kassospol) ABRI, 1997 - 1998
·       Kepala Staf Sosial Politik (Kassospol) ABRI, 1998 - 1998
·       Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI, 1998 - 1999
 
Penugasan:
·       Operasi Seroja Timor-Timur, 1976 - 1977
·       Operasi Lawan Penyelundupan Chandra, Bangka, 1978
·       Operasi Tuntas Timor Timur, 1979 - 1980
·       Operasi Keamanan Timor-Timur, 1986 - 1988
·       Sidang Keamanan PBB tentang Timor sebagai Delegasi TNI, 1999
 
Politik
·         Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, 2005 - 2010
·         Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, 2010 - 2015
·         Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, 2010 - 2015
·         Ketua Umum Partai Demokrat, 2013 - 2014
PENGHARGAAN :
·        Gelar Doktor Kehormatan Ilmu Hukum Webster University, Missouri, AS,  2005
·        Gelar Doktor Kehormatan bidang Media dan Pemerintahan dari Universitas Keio, Tokyo, Jepang, 2006
·        Gelar doktor kehormatan dari Universitas Tsinghua China, 2012
·        Gelar doktor kehormatan bidang kepemimpinan dalam perdamaian dari Universitas Utara Malaysia, 2012
·        Gelar doktor kehormatan dari Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, 2013
 
KELUARGA :
Isteri: Kristiani Herrawati, puteri Sarwo Edhie Wibowo
(Jenderal tokoh militer yang cukup terpandang di Indonesia)

Anak:
1. Agus Harimurti Yudhoyono 
    Anisa Pohan Larasati (menantu), puteri Aulia Tantowi Pohan
    (mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia)
2. Edhie Baskoro Yudhoyono  
    Siti Ruby Aliya Rajasa (menantu), puteri Hatta Rajasa
    (mantan Menko bidang Perekonomian dan Menteri Perhubungan, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional)
 
Orang tua: R Soekotjo (ayah), Siti Habibah (ibu)
 
(Fransisca Istiyatminingsih/Litbang Kompas)

Sumber: 
http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id,
http://profil.merdeka.com
http://biografi-orang-sukses-dunia.blogspot.com
http://www.britannica.com