Profil Tokoh

Muhammad Hanif Dhakiri

Muhammad Hanif Dhakiri
Pria kelahiran Semarang, 6 Juni 1972, ini dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk menakhodai Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans). Tantangan nyata yang bakal ia hadapi antara lain membesarnya kelompok usia produktif atau usia kerja (15-64 tahun ) dari 66,5 persen menjadi 67,9 persen. Sementara pasar kerja Indonesia saat ini sedang mengalami ketidakcocokan keterampilan, yang tercermin pada defisit buruh terampil dan surplus buruh non-terampil yang dijumlai dalam data pencari kerja/lowongan kerja.

Nama Hanif Dhakiri terangkat ke mata publik setelah aksinya memanjat pagar rumah tempat penampungan TKI di Tebet, Jakarta Selatan pada awal November 2014.  Ia melakukan sidak ke perusahaan pengerah tenaga kerja Elkari Makmur Sentosa sebagai Menakertrans. Saat itu  ia tidak dibukakan pintu oleh penjaga di sana, sehingga terjadilah aksi panjat Pak Menteri.
 
Muhammad Hanif Dhakiri adalah aktivis politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Salatiga, Jawa Tengah. Ia mengabdi PKB sejak partai tersebut didirikan tahun 1998 melalui keterlibatannya dalam merumuskan konsep awal pembentukan PKB, termasuk AD/ART dan platform pertamanya. Hanif Dhakiri terus terlibat dalam kegiatan partai sebagai pelatih dan fasilitator dalam berbagai pelatihan dan kegiatan politik PKB di seluruh Indonesia.
 
Paska Muktamar II PKB di Semarang tahun 2005, Hanif Dhakiri terpiilih sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2005-2010. Setahun kemudian ia juga mendapat kepercayaan untuk menjabat Wakil Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Gerakan Pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (DKN Garda Bangsa) Garda Bangsa, periode 2006-2011. Ia juga ikut membidani kelahiran Garda Bangsa yang merupakan badan otonom PKB.
 
Kegetolannya berorganisasi terlihat sejak mahasiswa dengan menjadi Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat IAIN Salatiga tahun 1991-1992. Kiprahnya melebar ke tingkat provinsi dan beragam organisasi hingga ia resmi memasuki dunia politik dengan bergabung ke PKB. Karier politik Hanif Dhakiri dalam PKB terus menanjak dan ia berhasil menduduki posisi Sekretaris Jenderal partai tersebut tahun 2014. Ia pun berhasil menembus pintu Senayan dan menjadi anggota legislatif dari Fraksi PKB dua kali berturut-turut sejak tahun 2009.
 
Persoalan buruh bukan hal haru bagi Hanif Dhakiri. Hanif muda juga pernah aktif dalam kegiatan buruh, seni, dan masyarakat kota. Ia dan keluarganya pun memahami kondisi buruh, terutama buruh migran, karena ibu dan sebagian keluarganya juga pernah bekerja sebagai buruh migran. Hanif bahkan pernah mendobrak tempat penampungan di kawasan Tangerang untuk menyelamatkan anggota keluarganya yang ditelantarkan oleh agen. Peristiwa itu terjadi saat ia menjabat staf khusus Menakertrans era pertama kabinet Susilo Bambang Yudhoyono.
 
Masa kecil Hanif dilalui dalam keterbatasan. Keluarga asal Blotongan, Salatiga ini harus bekerja keras. Ibunya, Siti Hafsoh, pernah bekerja di Arab Saudi selama enam tahun. Ayahnya, KH Zuhri Maksum, adalah guru sekolah dasar. Ayah Hanif adalah sarjana lulusan Universitas Darul Ulum Islamic Center di Ungaran. Orang tua Hanif sangat peduli akan pendidikan anak-anaknya. Itulah sebabnya, sang ibu rela meninggalkan keluarga merantau ke Arab Saudi. Sementara ayahnya, selain menjadi guru juga bekerja serabutan untuk menambah penghasilan keluarga dengan lima orang anak. Hanif adalah anak sulung.
 
Kerja keras orang tuanya tidak sia-sia. Hanif dan keempat adiknya berhasil menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Hanif adalah lulusan Institut Agama Islam Negeri Salatiga tahun 1996. Sekalipun berasal dari keluarga sederhana, Hanif penuh percaya diri mengikuti kegiatan berbagai organisasi dan bergaul dengan banyak orang dari berbagai kalangan.
 
Selain aktif di dunia politik, Hanif Dhakiri juga seorang penulis. Pemikirannya sebagian dituang dalam buku antara lain Menggagas Fiqih Perburuhan (1999), Islam dan Pembebasan (2000), Post-tradisionalisme Islam (2000), Politik Melayani Basis (2001). Ia pun pencinta seni, terutama musik, bahkan sempat mengeluarkan album musik berjudul The Drizzle: Traces of a Broken Heart, yang ditujukan untuk merayakan pesta demokrasi saat pemilu 2014. Dalam album lagu tersebut, Hanif mengajak kaum muda terutama pemilih pemula untuk tidak golput.  Hanif Dhakiri ikut dalam pemilihan legislatif 2014 mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah X dari PKB dengan perolehan suara 95.625.
 
Setelah dipilih sebagai Menakertrans, Hanif Dhakiri mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil rakyat (anggota DPR RI). Hanif berencana melakukan perluasan kesempatan kerja, terutama di sektor maritim, perikanan, dan pertanian. Ia ingin melakukan audit pelayanan publik, misalnya izin bagi tenaga kerja asing, juga meningkatkan kualitas Badan Latihan Ketenagakerjaan. Kepada Uni Lubis (wartawan) Hanif menyatakan berencana melakukan de-bottlenecking untuk pekerja Indonesia, sebaliknya ia terapkan bottlenecking (seleksi lebih ketat) dan kenaikan biaya izin untuk tenaga kerja asing. 

(Fransisca Istiyatminingsih/Litbang Kompas)


Biodata
  • Nama lengkap: Muhammad Hanif Dhakiri
  • Tempat/tanggal lahir: Semarang, Jawa Tengah, 6 Juni 1972
  • Agama: Islam
 
Pendidikan:
  • Madrasah Tsanawiyah Negeri Salatiga, 1988
  • Madrasah Aliyah Al-Muayyad Surakarta, 1991
  • Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Salatiga, 1996
  • Akademi Politik Kebangsaan (Akpolbang) Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), 2006
 
Perjalanan karier:
Pekerjaan:
  • Konsultan Friederich Naumann Stiftung (FNS) Indonesia, 1997 - 2002
  • Direktur Eksekutif Institute for Social Institutions Studies (ISIS) Jakarta, 1999 - 2002
  • Program Officer National Democratic Institute (NDI) Indonesia, 2000 - 2005
  • Staf Khusus Menakertrans, 2006 - 2007
Legislatif:
  • Anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa, 2009-2014, 2014-2019 (mundur setelah dipilih sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi)
 
Kegiatan lain :
  • Ketua DPP PKB
  • Pemimpin Redaksi majalah Mahasiswa Dinamika IAIN Walisongo Salatiga, 1994
  • Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Salatiga, 1995 - 1996
  • Koordinator Pleno PMII Jawa Tengah, 1995 - 1996
  • Pendiri Dewan Daerah WALI Jawa Tengah, 1997
  • Ketua Lembaga Studi Advokasi Buruh PB PMII, 1997 – 2000
  • Studi Komparataif Parlemen dan Politik Lokal FNS di Jerman, 1999
  • Pendiri Komite Anti Diskriminasi Indonesia (KADI), Jakarta ( 1999 )
  • Studi Komparatif Sistem Politik, International Republican Institute (IRI), Amerika Serikat, 2000
  • Peserta Young Leader Workshop, Korea Selatan, 2001
  • Pendiri dan Anggota Komite Eksekutif Monopoli Watch ( 2002 )
  • Studi Komparatif Council of Asian Liberals dan Democrats (CALD), Bangkok, Thailand, 2005
  • Wakil Sekretaris Jenderal  DPP PKB, 2005 - 2010
  • Wakil Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, 2006 – 2011
  • Sekretaris Jenderal DPP PKB, 2014
 
Buku dan artikel, karya M. Hanif Dhakiri
  1. Menggagas Fiqh Perburuhan, 1999
  2. Paulo Freire, Islam dan Pembebasan, 2000
  3. Post-tradisionalisme Islam, 2000
  4. Politik Melayani Basis, 2001
  5. Menjadi Politisi Manajer, 2001
  6. Kiai Kampung dan Demokrasi Lokal, 2007
  7. Mengapa Memilih PKB? 2008
  8. 41 Warisan Kebesaran Gus Dur, 2011
  9. NU: Jimat NKRI, Jimat Indonesia
  10. Pedoman Berpolitik Warga NU, 2013
 
Keluarga :
  • Isteri: Ma'rifah 
·        Anak : Nabila Setia Izzati, Neilan Setia Izzata, Nameera Setia Izzati
 
 
Sumber: Litbang Kompas diolah dari data Kompas, ILO, situs Hanif Dhakiri, situs PMII Salatiga, KPU, dan sumber lainnya.