Profil Tokoh

Kosasih Purwanegara

Kosasih Purwanegara
Dia keras, tetapi penuh pengertian. Dia pemberang, tetapi mudah memaafkan. Dia angkuh tetapi penuh senyum. Dia acuh, tetapi penuh perhatian. Dia kelihatan tua, tetapi berjiwa muda. Itulah cara Tony Kosasih, putra tertua Kosasih Purwanegara menggambarkan sang ayah.

Mohammad Kosasih Purwanegara lahir pada tanggal 13 Maret 1913. Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat ini dijuluki “the smiling man” karena dikenal sebagai pribadi yang murah senyum.

Karier dari suami gadis Yogya, Sasantiningsri ini terbilang komplet. Kosasih pernah berkarier di eksekutif dan legislatif. Dia aktif di banyak organisasi, juga pernah menjabat sebagai Residen Jakarta. Pada masa Kabinet Sjahrir, ayah llima anak ini mengemban tugas sebagai Menteri Sosial. Pada tahun 1956, Kosasih juga dipercaya sebagai anggota Konstituante.

Berderet jabatan ketua organisasi disandangnya, mulai dari KONI Jaya, Dewan Ekonomi Indonesia Pusat, KADIN, Gapindo, Olahraga Mobil Indonesia, hingga PSSI. Namun, sarjana hukum ini dikenal terutama karena kiprahnya membenahi persepakbolaan Indonesia.

Kosasih sudah memperlihatkan kecintaannya pada sepak bola ketika duduk di bangku sekolah menengah. Dia bermain untuk klub VEED, anggota Persib Bandung. Di Jakarta, Kos–demikian dia akrab dipanggil oleh kawan-kawannya–bergabung dengan klub PPVIM, lalu MOS (Main Oentoek Sport) dan bond VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra, sekarang Persija). Ia bermain di posisi kanan luar.

Keterlibatan Pak Kos dalam PSSI dimulai tahun 1950 sebagai wakil ketua umum. Posisi itu dipegangnya selama 14 tahun sebelum akhirnya dia absen dari kepengurusan PSSI periode 1964-1967. Dia menjabat waketum PSSI selama 8 periode.

Pak Kos kembali terlibat dalam kepengurusan PSSI pada tahun 1967. Dia terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI. Ia kembali memegang otoritas tertinggi sepakbola Indonesia tersebut pada periode berikutnya. Total, Kosasih Purwanegara menjabat sebagai Ketua Umum PSSI selama 8 tahun.

Pemain legendaris nasional lahir di masa Pak Kos, yaitu Ronny Paslah, Iswadi Idris, dan Abdul Kadir.
Selama kepemimpinan Pak Kos, tim nasional sepak bola Indonesia beberapa kali meraih prestasi, antara lain juara Merdeka Games di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 1969. Kompetisi tersebut pada masanya menjadi barometer sepakbola Asia.

Indonesia menjadi juara turnamen King’s Cup di Bangkok dan Aga Khan Cup di Bangladesh pada tahun 1968. Timnas Indonesia mengalahkan Burma 1-0 di Bangkok dan melumat klub profesional Mohammedan Sporting Club 3-1 di Bangladesh.

Pada tahun 1970, PSMS mewakili Indonesia pada turnamen Piala Champions Asia. Meski langkah PSMS Medan terhenti di semifinal, pencapaian itu diapresiasi banyak pihak mengingat ini adalah keikutsertaan klub Indonesia untuk pertama kalinya.

Pada tahun 1976, tim nasional menjadi bahan pembicaraan ketika tiket Olimpiade Montreal nyaris didapat. Ketika itu, timnas kalah secara dramatis dari Korea Utara setelah adu tendangan penalti yang berakhir 4-5.

Seusai memegang tampuk pimpinan PSSI selama dua periode, Pak Kos lepas total dari kepengurusan aktif PSSI. Kosasih disibukkan oleh aktivitas barunya sebagai Direktur Utama PT Esta Mulia yang bergerak di bidang real estate dan konsultan. Dia juga pernah memegang jabatan direktur di PT Ferry Sonneville & Co.

Di usia senjanya, Pak Kos enggan menyaksikan sepak bola dalam negeri. Melihat prestasi sepak bola Indonesia yang stagnan, bapak “kesebelasan” ini lebih suka mengikuti perkembangan sepak bola luar negeri.

Mr. Mohammad Kosasih Purwanegara meninggal di RS Cipto Mangunkusumo pada hari Jumat, 22 Juli 1994 pada usia 81 tahun karena stroke. Anak keempat dari 13 bersaudara ini disemayamkan di rumah duka, Ciputat Raya 11, dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Namanya masih tercatat sebagai Ketua Kehormatan PSSI hingga saat ini.

(Litbang Kompas/Yan Syahrial)
 
 
Biodata

Nama                                               : Mohammad Kosasih Purwanegara
Tempat, Tanggal Lahir            : Tasikmalaya, Jawa Barat, 13 Maret 1913
Meninggal                                      : Jakarta, 22 Juli 1994 (81 tahun)
Pendidikan                                    : Sarjana Hukum Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum Batavia, sekarang FH-UI), 1938
 
Pekerjaan:
-        Direktur Utama PT Esta Mulia (bergerak di bidang real estate dan konsultan)
-        Direktur PT Ferry Sonneville & Co
 
Karier Politik:
-        Residen Jakarta
-        Menteri Sosial pada Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS), 1949-1950
-        Wakil Ketua Panitia Bersama Republik Indonesia Serikat (RIS), 3 Juni 1950
-        Panitia Konferensi Meja Bundar
-        Anggota Konstituante, 1956
 
Karier di PSSI:
-        Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), 8 periode (1950-1964)
-        Ketua Umum PSSI, 2 periode (1967-1975)
-        Ketua Kehormatan PSSI
 
Kegiatan Lainnya:
-        Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jaya
-        Ketua Dewan Ekonomi Indonesia Pusat
-        Ketua Olahraga Mobil Indonesia
-        Ketua KADIN, 1951
-        Ketua Gabungan Pengusaha (Besar) Indonesia (Gapindo)
-        Anggota Majelis Pertimbangan Pajak
 
Istri      : R. A. H. Sasantiningsri Supantari Bahadooryati, SH.
Anak    : 5 orang
 

Sumber:
-        Saputra, Asep, dkk. 2010. Sepakbola Indonesia, Alat Perjuangan Bangsa. Jakarta: PSSI
-        ------------------. 1990. Enam Puluh Tahun PSSI. Jakarta: PSSI dan YAPSATU
-        Sutarto, Agus, dkk. 2014. Kiprah dan Pengabdian Alumni UI. Jakarta: ILUNI UI
-        Pemberitaan Kompas dan Koran Tempo