Profil Tokoh

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla
Kembali Menjadi Wakil Presiden
Muhammad Jusuf Kalla kembali menduduki kursi Wakil Presiden Indonesia setelah ia bersama Joko Widodo memenangkan dalam kontestasi pemilihan presiden secara langsung pada Juli 2014 lalu. Jabatan ini bukanlah hal yang baru bagi Kalla. Ia pernah menduduki jabatan yang sama sepuluh tahun lalu, 2004-2009, bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jusuf Kalla adalah pengusaha dan politisi kelahiran Sulawesi Selatan. Kader Partai Golkar ini menjabat sebagai wakil presiden Republik Indonesia periode 2004-2009. Pada tahun 2009, Jusuf Kalla maju sebagai calon presiden, namun tidak memenangkan pemilu. Sebelum diusung oleh PDI-P, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2014 bersama calon presiden Joko Widodo, Jusuf Kalla aktif sebagai Ketua Umum PMI.

Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau yang sering disapa JK lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada tanggal 15 Mei 1942. JK lahir sebagai anak laki-laki tertua dari pasangan H. Kalla, seorang aktivis Nahdlatul Ulama, dan Hj. Athirah. Orang tua JK dikenal masyarakat Sulawesi Selatan sebagai pengusaha sukses dengan bendera NV Hadji Kalla. Usaha perdagangan dan otomotif orang tua JK dirintis sejak tahun 1952.

JK mengenyam pendidikan dasar di Watampone, kampung halamannya. Namun, usaha orang tua JK berkembang pesat sehingga ia harus melanjutkan pendidikan menengah di Kota Makassar. Putra Bugis ini kemudian mengikuti pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas). Naluri organisasi JK telah tampak sejak menjadi mahasiswa. Posisi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Unhas, pernah dijabat oleh JK. Ia juga sempat menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Makassar dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Organisasi politik pun tak luput digeluti oleh JK dengan menjadi Ketua Pemuda Sekber Golkar pada tahun 1965.

JK meraih gelar doktorandus pada tahun 1967. Setelah JK menyelesaikan bangku kuliah, JK kemudian diserahi tanggung jawab oleh orangtuanya untuk mengelola perusahaan keluarga. JK langsung menduduki posisi tinggi di perusahaan tersebut, yaitu direktur utama, pada usia 25 tahun. Di tangan JK, perusahaan keluarganya semakin berkembang dan mampu bekerjasama dengan produsen otomotif Astra Internasional. Pada tahun kedua JK menjabat sebagai direktur utama, perusahaannya dipercaya untuk menjadi penyalur utama kendaraan merek Toyota di kawasan timur Indonesia. Roda bisnis keluarga yang dikelola JK terus berputar merambah bidang properti, konstruksi, transportasi, perhotelan, telekomunikasi dan ekspor komoditas pertanian. Tak kurang dari 14 perusahaan dimiliki keluarga JK saat itu. Kesuksesan JK di dunia bisnis membuatnya mendapat keppercayaan untuk menjabat sebagai Ketua I Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan tahun 1977 dan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia tahun 1997 sampai 2002. Pengembangan bisnis JK terus berlanjut dengan mendirikan PT Bukaka Teknik Utama yang menggandeng pengusaha Fadel Muhammad.

Di sisi lain, keikutsertaan JK dalam organisasi politik sejak mahasiswa juga berkembang sesuai dengan ekspansi bisnisnya. Ia memulai karir di lembaga legislatif dengan menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 1965 hingga 1968. Aktivitas politik JK pun kemudian berkembang di kancah nasional ketika ia menjadi anggota MPR RI tahun 1982 sampai 1992, tepatnya di Badan Pekerja dari Fraksi Golongan Karya (Golkar). Posisi JK di MPR RI berlanjut dalam jangka waktu yang lama. Pria yang kerap dipanggil Daeng Ucu ini merupakan anggota MPR RI di bawah bendera utusan daerah sejak tahun 1992 hingga 2001.

Pada tahun 1999, JK diserahi tanggung jawab oleh Presiden Abdurrahman Wahid untuk menjabat sebagai Meteri Perindustrian dan Perdagangan. Namun, enam bulan kemudian ia dibebastugaskan pada 24 April 2000. Dalam perjalanan waktu, JK akhirnya masuk jajaran Kabinet Gotong Royong di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Ia dipercaya menduduki kursi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat sejak tanggal 10 Agustus 2001. Dalam masa jabatannya nama JK melejit bersamaan dengan upaya perdamaian kawasan konflik di Poso dan Ambon. JK kemudian mengundurkan diri dari posisinya pada tanggal 20 April 2004 untuk maju sebagai calon wakil presiden bersama Susilo Bambang Yudhoyono, meskipun tidak didukung oleh Partai Golkar.

Pasangan capres dan cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla memenangkan Pemilu Presiden langsung tahun 2004. Kiprah JK selama menjadi wakil presiden antara lain adalah menfasilitasi perdamaian di Aceh dan Papua. Dalam masa jabatannya selama tahun 2004 sampai 2009 itu pula, JK menduduki posisi Ketua Umum Golkar. Namun, dalam perjalanannya sebagai wakil presiden, JK sering mengalami krisis hubungan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang bekerja sama dengannya. Menjelang akhir lima tahun masa tugasnya sebagai wapres, JK akhirnya menapaki jalur baru dengan mencalonkan diri sebagai presiden periode 2009-2014. Pencalonan JK didukung oleh Partai Golkar dan Partai Hanura dengan Wiranto sebagai calon wakil presiden pasangannya. Namun, pasangan JK-Wiranto tidak memenangkan Pemilu Presiden 2009 yang dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Setelah JK turun dari jabatannya sebagai wakil presiden, ia menjadi Ketua Palang Merah Indonesia periode 2009 sampai 2014. Menjelang Pemilu 2014, Jusuf Kalla, yang saat itu tidak memiliki kendaraan politik dalam pemerintahan maupun Partai Golkar, diusung oleh PDI-P, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura sebagai calon wakil presiden. Ia berpasangan dengan calon presiden Joko Widodo, politisi PDI-P yang juga menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pasangan ini akhirnya memangkan pemilu dan JK masuk istana kembali sebagai wakil presiden.

(Ayu Pratama Siantoro/Litbang Kompas)


Biodata

Nama Lengkap :   Muhammad Jusuf Kalla
Kelahiran          :   Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942
Jabatan             :   Wakil Presiden (2014-2019)

PENDIDIKAN :
            Umum :
-           SD, Watampone, Bone ( 1953 )
-           SMP, Makassar ( 1957 )
-           SMA, Makassar ( 1960 )
-           Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar ( 1967 )
-           The European Institute of Business Administration Insead, Fountainableu (Insed), Perancis ( 1977 )
 
PERJALANAN KARIER :
-           Pendiri PT Makassar Raya Motor, Sulawesi Selatan
-           Direktur Utama PT Pelnas Kalla Lines, Sulawesi Selatan
-           Presiden Komisaris PT Bukaka Teknik Utama, Sulawesi Selatan
-           Pendiri cahaya Bone (angkutan darat dan jasa transportasi laut khusus barang dan penumpang)
-           Pendiri PT. Bukaka Lintastama (khusus mengoperasikan kapal-kapal feri)
-           Pendiri PT. Kalla Lines
-           Direktur Utama NV Hadji Kalla, Sulawesi Selatan ( 1966 - 2001 )
-           Direktur Utama PT Bumi Karsa, Sulawesi Selatan ( 1969 - 2001 )
-           Pendiri PT Bumi Karsa, Sulawesi Selatan ( 1969 )
-           Pendiri PT. Bukaka Agro (Produksi pakan ternak dan udang) ( 1976 )
-           Pendiri PT. Bukaka Meat (Industri daging dan ikan) ( 1977 )
-           Pendiri PT Bukaka Teknik Utama, Cileungsi ( 1978 )
-           Pendiri PT Bumi Sarana Utama, Pare-pare ( 1988 )
-           Komisaris Utama PT. Bukaka Teknik Utama ( 1988 - 2001 )
-           Komisaris Hadji Kalla Trading Coy, Makassar ( 1990 )
-           Pendiri PT. Baruga Asri Development (bidang properti) ( 1992 )
-           Pendiri PT Baruga Asri Development, Sulawesi Selatan ( 1992 )
-           Direktur Utama PT. Kalla Intisari Karsa ( 1993 - 2001 )
-           Komisaris Utama PT Bukaka Singtel International, Sulawesi Selatan ( 1995 - 2001 )
-           Pendiri Pusat Pertokoan dan Gedung Perkantoran Mall Ratu Indah, Ujung Pandang ( 1996 )
           
Pemerintahan :
-           Wakil Presiden RI ( 2004 - 2009 ); ( 2014 - 2019 )
 
Legislatif :
-           DPRD Provinsi dari ( 1965 - 1968 )
-           MPR dari Golongan Karya (Golkar) ( 1982 - 1987 ), (1987-1992)
-           MPR dari Utusan Daerah ( 1992 - 1997 ), (1997-1999), (1999-2001)
-           Anggota dari Fraksi Utusan Daerah
           
Menteri :
-           Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Abdurrahman Wahid ( 1999 - 2000 )
-           Menteri Kesejahteraan Rakyat Kabinet Gotong Royong ( 2001 - 2004 )
 
KEGIATAN LAIN :
-           Ketua Harian Yayasan Islamic Centre Masjid Al-Markaz Al Islami, Makassar
-           Bendahara Mesjid Raya Makassar
-           Mustasyar NU Sulawesi Selatan
-           Ketua Forum Antar Agama Sulawesi Selatan
-           Ketua HMI Makassar ( 1964 - 1967 )
-           Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar ( 1964 - 1966 )
-           Ketua Pemuda Sekber Golkar Sulawesi Selatan ( 1965 - 1968 )
-           Ketua KAMI Sulawesi Selatan ( 1966 - 1968 )
-           Ketua Yayasan Badan Wakaf Universitas Muslim Indonesia ( 1975 - 1995 )
-           Ketua Perguruan Islam Datumuseng, Makassar ( 1975 )
-           Ketua I Kadin Sulawesi Selatan ( 1977 )
-           Ketua Umum Yayasan RSU Islam Faisal ( 1978 )
-           Anggota Dewan Penasihat DPD Golkar Sulsel ( 1978 - 1999 )
-           Sekretaris Dewan Penyantun Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar ( 1980 )
-           Anggota Dewan Penyantun Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Makassar ( 1980 )
-           Anggota Dewan Penyantun UN/IKIP Makassar ( 1980 )
-           Ketua Umum Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Islam Hadji Kalla (TK, SD, SLTP, SLTA Athirah Makassar) ( 1982 )
-           Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulawesi Selatan ( 1985 - 1995 )
-           Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan ( 1985 - 1997 )
-           Wakil Ketua ISEI Pusat ( 1987 - 2000 )
-           Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar ( 1990 )
-           Ketua Umum Yayasan Pendidikan Al Gazali Universitas Islam Makassar ( 1990 )
-           Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia ( 1997 - 2002 )
-           Anggota Dewan Penasihat DPP Golkar Sulsel ( 1999 - 2004 )
-           Penasihat ISEI Pusat ( 2000 )
-           Anggota Wali Amanat Institut Pertanian Bogor (IPB) ( 2002 - 2006 )
-           Ketua Umum Partai Golkar ( 2004 - 2009 )
-           Dewan Penyantun Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan ( 2004 )
-           Chairman Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI) ( 2009 )
-           Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat ( 2009 - 2014 ), ( 2014 – 2019 )
 
PENGHARGAAN :
-           Doktor Honoris Causa bidang Ekonomi dari Universitas Malaya, Malaysia ( 2007 )
-           Doktor Honoris Causa dari Universitas Soka, Jepang ( 2009 )
-           Menerima Tanda Kehormatan Commander Del Odre de Leopold dari Kerajaan Belgia ( 2009 )