Profil Tokoh

Joko Widodo

Joko Widodo
Joko Widodo resmi menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-7 pada tanggal 20 Oktober 2014. Dalam masa pemilihan presiden, beliau masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan masa jabatan 2012-2017. Karirnya berawal dari usaha mebel yang berkembang hingga ke pasar internasional. Politisi asal PDI Perjuangan ini masuk ke dunia politik sejak menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Kesuksesannya dalam membenahi Kota Solo membuatnya terpilih kembali pada periode kedua dan dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Gebrakan-gebrakan yang dilakukannya di DKI Jakarta menjadi sorotan media dan semakin membuat namanya melejit di mata masyarakat. Beberapa hasil survei menunjukkan bahwa Jokowi adalah tokoh yang paling disebut sebagai calon presiden. Jokowi akhirnya diusung oleh PDI-P, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura sebagai calon presiden pada Pemilu 2014, berpasangan dengan Jusuf Kalla.
 

Ir. H. Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi lahir pada tanggal 21 Juni 1961 di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Surakarta. Ia lahir sebagai anak pertama dan satu-satunya kakak laki-laki dari tiga adik-adik perempuannya. Ayah dan ibu Jokowi, Notomihardjo dan Sujiatmi, bermatapencaharian sebagai pedagang kayu dan gergajian untuk perabot rumah tangga. Sejak lahir, Jokowi  dan keluarganya berpindah-pindah antar rumah kontrakan liar di tepi sungai karena lebih murah. Rumah keluarga Jokowi pernah digusur oleh pemerintah Kota Solo sebanyak tiga kali, salah satunya ketika ia tinggal di bantaran Kali Pepe. Kejadian tersebut menyebabkan keluarga Jokowi harus tinggal menumpang di rumah kerabatnya di daerah Gondang.
 
Jokowi mengenyam pendidikan SD hingga SMA di Kota Solo. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Setelah lulus kuliah, Jokowi bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh yang terletak di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Namun, lokasi kerja yang di tengah hutan membuat Jokowi dan istri, Iriana, yang sedang hamil tujuh bulan kembali ke Kota Solo pada tahun 1988. Jokowi kemudian bekerja di pabrik kayu CV Roda Jati milik pamanya, Miyono.
 
Tidak lama setelah ia kembali ke Kota Solo, Jokowi memutuskan untuk merintis usaha mebel sendiri dengan nama CV Rakabu. Setelah sempat mengalami kegagalan karena ditipu pelanggan, usaha mebel Jokowi yang dimulai dari lingkup kecil regional berkembang di pasar nasional dan mancanegara, terutama Eropa. Dari bisnis jaringan bisnis tersebut ia mengenal Micl Romaknan, yang memberinya panggilan "Jokowi". Kesuksesan bisnis dan kemapanan finansial yang diraih Jokowi membuatnya mulai mencurahkan energi ke bidang lain, yaitu bidang sosial. Bersama beberapa rekan pengusahanya, Jokowi kemudian mendirikan sebuah organisasi pengusaha mebel nasional cabang Solo yang bernama Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo). Jokowi kemudian dipercaya oleh berbagai pengusaha mebel kesil dan menengah untuk menjadi ketua organisasi tersebut.
 
Setelah dua tahun memimpin Asmindo, para pengurus dan anggota organisasi tersebut mengusulkan pencalonan Jokowi pada Pemilukada Kota Surakarta tahun 2005. Jokowi yang awalnya menolak, akhirnya maju dalam Pemilukada 2005 bersama F.X. Hadi Rudyatmo. Pasangan yang diusung PDI-P dan PKB tersebut akhirnya terpilih sebagai wali kota dan wakil wali kota Surakarta periode 2005-2010. Selama menjabat, Jokowi melakukan berbagai pembenahan, diantaranya tata lokasi PKL, efisiensi birokrasi kota, dan peremajaan jalan dan pasar-pasar tradisional, serta memperkenalkan Bus Batik Solo Trans. Kepuasan masyarakat terhadap kinerja kader PDI-P ini membuatnya terpilih kembali sebagai wali kota Surakarta dengan persentase perolehan suara 90,09 persen.
 
Di bawah kepemimpinan Jokowi, wajah Kota Solo menjadi kota pariwisata, budaya, dan batik. Jokowi melakukan rebranding Kota Solo sebagai “The Spirit of Java”, sehingga kota tersebut menjadi tuan rumah berbagai acara internasional.  Ia pun mendapat berbagai penghargaan, misalnya Innovative Government Award dari Kementerian Dalam Negeri dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden RI, atas kiprahnya. Jokowi mulai dikenal secara nasional ketika pada bulan Januari 2012 ia mengganti mobil dinasnya dengan mobil Esemka, buah karya para pelajar SMK 2 dan SMK Warga Surakarta. Pemberitaan mengenai hal tersebut meluas hingga menimbulkan tanggapan dai Bibit Waluyo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Bibit Waluyo menyatakan bahwa tindakan Jokowi  mengganti mobil dinasnya merupakan tindakan yang sembrono. Namun, komentar tersebut justru membuat nama Jokowi semakin diketahui masyarakat.
 
Menjelang Pemilukada DKI Jakarta 2012, Jokowi yang baru menjalankan dua tahun periode keduanya sebagai Wali kota Solo, Jokowi mendapat amanat untuk memimpin DKI Jakarta. Ia pun diusung oleh PDI-P dan Partai Gerindra untuk menjadi calon gubernur dengan calon wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama, mantan Bupati Belitung Timur. Pasangan calon ini berhasil menduduki posisi teratas dari lima pasangan calon lain pada Pemilukada DKI Jakarta 2012 putaran pertama. Pada putaran kedua, Jokowi dan Basuki mengungguli pasangan calon pertahana, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, dan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Selama sekitar dua tahun menjabat sebagai gubernur, ia melaksanakan berbagai program seperti Kartu Jakarta Sehat, Kartu Jakarta Pintar, lelang jabatan, pembangunan Angkutan Massal Cepat (MRT) dan Monorel, pengembalian fungsi waduk dan sungai, serta penyediaan ruang terbuka hijau.
 
Semenjak terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta itulah popularitas Jokowi semakin melambung tinggi di kancah nasional. Ia pun sering mendapat sorotan dari media. Hal ini menyebabkan munculnya keinginan masyarakat untuk menjadikan Jokowi sebagai calon presiden pada pemilu Indonesia tahun 2014. Ditambah lagi, hasil survei menunjukkan bahwa nama Jokowi terus disebutkan untuk maju sebagai calon presiden. Pada tanggal 14 Maret 2014, Jokowi menerima mandat dari Megawati untuk maju sebagai calon presiden dari PDI-P, tiga minggu sebelum pemilihan umum legislatif dan dua hari sebelum kampanye dimulai. Jokowi akhirnya berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2014. Pasangan Jokowi-JK ini diusung oleh PDI-P, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura. (SAP)
 
Sumber:
  • Samah, K. & Susanti, F. R. (2014). Saya Sujiatmi, Ibunda Jokowi. Gramedia Pustaka Utama
  • http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1882818/dari-bantaran-kali-menuju-dki-1
  • https://www.facebook.com/IndonesiaHebatJokowi/info
  • http://www.jokowicenter.com/tentang-jokowi/
  • Biodata Tokoh, Litbang Kompas