Profil Tokoh

Imam Nahrawi

Imam Nahrawi
Nama Imam Nahrawi tiba-tiba mencuat di pertengahan April 2015. Salah satu orang muda yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) membuat suatu keputusan yang cukup mengejutkan publik.Melalui Keputusan Menpora No.0137 tahun 2015 pemerintah memberikan sanksi administratif terhadap Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), yakni tidak mengakui kepengurusan PSSI dan kegiatan keolahragaan yang diadakannya. Pengurus PSSI pun meradang dan berniat menggugat Menpora.

Mengurus olahraga di Indonesia ternyata tidak semudah bayangan orang.Namun Imam Nahrawi, pria kelahiran Bangkalan, Madura tahun 1973, mau mencoba menghadapi tantangan tersebut. Ia ditunjuk sebagai Menpora menggantikan Roy Suryo, mantan Menpora dalam Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014). Salah satu tugasnya adalah mengawal Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia, dan yang utama adalah membangun kepercayaan diri bangsa dengan meningkatkan prestasi olahraga nasional. Kiprahnya memang bukan di dunia olahraga, tetapi dunia sepakbola di Surabaya cukup mengenalnya.

Lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya (1998) ini  menikah dengan Shohibah Rahmah dan telah dikaruniai tujuh orang anak.  Selama menjadi mahasiswa Imam dikenal aktif dalam kegiatan senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel.

Imam juga dikenal sebagai aktivis politik yang membina karier dari bawah. Ia merintis karier politik sejak menjabat Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya. Posisinya kemudian naik menjadi Ketua Koordinator Cabang (Koorcab) PMII Jatim, dan pengurus harian Pengurus Besar (PB) PMII di Jakarta. Kembali ke daerah asal, Imam menduduki posisi Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Jawa Timur. Dari Jawa Timur ia kembali lagi ke Jakarta menjadi Ketua Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa.

Konsistensinya di dunia politik menghantarnya masuk DPR RI pada tahun 2004. Imam terpilih sebagai wakil rakyat tiga kali berturut-turut. Ia memiliki gagasan untuk mengembalikan partisipasi sipil dalam politik demi mewujudkan aspirasi rakyat, mengembalikan citra lembaga dan pribadi anggota  legislatif sebagai wakil rakyat.

Imam mempunyai strategi khusus dalam memenangkan pemilu 2014. Baginya konstituen adalah penting bagi calon wakil rakyat. Ia pernah menggelar acara bertajuk “Lebih Dekat Dengan Wakil Rakyat”. Imam berkeyakinan acara-acara yang melibatkan masyarakat secara tidak langsung mampu mendekatkan rakyat dengan para wakilnya. Kedekatan tersebut selanjutnya akan memudahkan partai, dalam hal ini PKB, untuk memenangkan pemilu 2014.

Dalam pemilihan anggota legistlatif tahun 2014, Imam yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), kembali berhasil menembus pintu Senayan untuk ketiga kalinya. Melalui daerah pemilihan Jawa Timur I, ia memperoleh 80.283 suara. Setelah ditunjuk sebagai Menpora oleh Presiden Joko Widodo, Imam harus melepaskan jabatannya, baik di lembaga legislatif maupun partai politik.

Perjalanan politik yang dilaluinya telah mengasah kesabaran dan ketekunan Imam. Ia cukup cerdik melihat peluang politik yang ada sekalipun jalannya tidak senantiasa mulus. Imam berhasil mengimbangi permainan politik mantan anggota senior PKB, Choirul Anam yang kini menjabat ketua umum tanfidziyah Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Dengan gaya kepemimpinannya yang low profile, Imam berhasil mengantarkan lebih dari 12 bupati baru dalam pemilukada putaran pertama di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2013, nama Imam sempat masuk bursa bakal pendamping bakal calon gubernur Soekarwo. Ia mendapat dukungan dari PKB dan warga NU.

Di luar kancah politik, Imam juga memiliki aktivitas di dunia usaha sebagai Direktur Intervisi Surabaya dan CV Al Hidayah Surabaya.

Sebagai Menpora, keputusannya membekukan PSSI bakal ditindaklanjuti dengan memilih dan melibatkan orang-orang berkompeten untuk mengurusi sepak bola Indonesia agar membaik.

(Endang Suprapti/Litbang Kompas)


BIODATA

Nama Lengkap : Imam Nahrawi
Tempat, Tanggal Lahir : Bangkalan, Jawa Timur, 8 Juli 1973
Agama : Islam
 
 
PENDIDIKAN :
  Umum :
- SD Negeri Bandung, Bangkalan, 1985
- SMP Negeri Konang, Bangkalan, 1988
- Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan, 1991
- Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Institut Agama Islam Negeri (IAIN)* Sunan Ampel, Surabaya, 1998
 *) Sejak 1 Oktober 2013 IAIN menjadi UIN (Universitas Islam Negeri)
PERJALANAN KARIER :
  Pekerjaan :
- Direktur Intervisi Surabaya
- Direktur CV Al Hidayah, Sidoarjo                         
- Staf khusus Wakil Ketua DPR RI, 2000
 
  Legislatif :  
  Anggota DPR dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019
 
Keterlibatan dalam Organisasi :
- Anggota Komisi I dari Fraksi PKB, 2004-2006
- Anggota Komisi V dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), 2006-2007
 
  Pemerintahan:  
  Menteri Pemuda dan Olahraga Kabinet Kerja, dilantik 2014  
KEGIATAN LAIN :
  -      Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) rayon Tarbiyah IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 1991-1992
-      Wakil Ketua PMII Komisariat IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 1992-1993
-      Ketua Umum PMII Cabang Surabaya, 1995-1996
  -      Ketua Umum PMII Koordinator Cabang Jawa Timur, 1996-1998
-      Ketua Divisi Pemuda Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Timur, 1999-2004
  -      Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Jawa Timur, 2002-2004
  -      Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, 2004-2006
  -      Anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  -      Caretaker PKB Jawa Timur
  -      Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat PKB, 2008-2014
  -      Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKB Jawa Timur, 2010-2015
 
KELUARGA :
- Shobibah Rohmah (isteri)
- Anak : 7 Orang
 
Sumber: Litbang Kompas, nahrawicenter.com, dan sumber lain