Profil Tokoh

Ignatius Jonan

Ignatius Jonan
Publik tidak lantas kaget ketika nama Ignasius Jonan masuk ke dalam Kabinet Kerja sebagai Menteri Perhubungan. Namanya memang telah digadang-gadang untuk mengisi posisi tersebut. Hal ini tak lepas dari keberhasilannya menghidupkan ‘bara’ perkeretaapian Indonesia.

Ignasius Jonan lahir di Singapura pada 21 Juni 1963. Dia adalah sulung dari lima bersaudara. Ayahnya, Jusuf Jonan adalah pengusaha asal Surabaya. Ibunya adalah puteri pejabat tinggi di Singapura. Masa kecil Jonan lebih banyak dijalani di Singapura. Ketika usianya 10 tahun, barulah dia pindah ke Surabaya hingga menyelesaikan studinya di Fakultas Eknomi Universitas Airlangga pada tahun 1986.

Selanjutnya ia mengikuti program pendidikan di Columbia Business School, Columbia University, dan Harvard Kennedy School of Government, Harvard University. Jonan kemudian mengambil program Master of Arts di The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Amerika Serikat. Program studi Hubungan dan Kerja sama Internasional tersebut berhasil ia selesaikan tahun 2005.

Selepas dari jenjang strata satu, Jonan bekerja di Arthur Andersen dan Indonesian Capital Market Supervisory Agency. Lalu ia bergabung dengan Citigroup sebagai direktur dari tahun 1999-2001. Melepas posisinya di Citigroup, ayah dua orang puteri ini hijrah  ke PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, sebuah perusahaan patungan antara Bank Indonesia dan pemerintah Indonesia (2001-2006), dengan jabatan terakhir Direktur Utama.

Setelah itu ia kembali ke Citigroup menjadi Managing Director dan Head of Investment Banking for Indonesia, yang dijalaninya selama dua tahun (2006-2008). Pada awal 2009 Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sofyan Djalil  menawarkan posisi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) kepada suami Ratnawati ini. Jonan mulanya menolak karena tidak sesuai latar belakang keilmuan yang dimiliki. Setelah dibujuk sana-sini, Jonan akhirnya bersedia melepas posisinya di Citigroup Indonesia untuk selanjutnya menakhodai PT KAI.

Selama masa kepemimpinan Jonan sebagai Dirut PT KAI, perkeretaapian Indonesia mengalami perbaikan besar-besaran. Dirinya berhasil mengubah PT KAI dari perusahaan tipikal BUMN yang selalu merugi menjadi perusahaan layanan publik yang menghasilkan laba. Pelayanan, termasuk keamanan penumpang, mengalami perbaikan secara drastis. Kini, kereta api menjadi moda transportasi andalan, terutama bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Banyak penghargaan diterimanya ketika menjadi Dirut PT KAI. Beberapa di antaranya adalah The Most Innovative CEO versi Majalah Gatra dan The Most Phenomenal Figure dari RCTI. Penghargaan yang paling besar diterima Ignasius Jonan adalah ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Perhubungan.

Ignasius Jonan resmi dilantik sebagai menteri pada 27 Oktober 2014. Jonan menempatkan program keselamatan transportasi bagi masyarakat sebagai prioritas utama. Dia juga berencana untuk mengembangkan program sinergi multimoda transportasi atau konektivitas angkutan massal untuk kesejahteraan masyarakat.

(Yan Syahrial/Litbang Kompas)


Biodata

Nama                                  :  Ignasius Jonan
Tempat, Tanggal Lahir :  Singapura, 21 Juni 1963
Pendidikan
  • S-1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, 1986
  • Senior Executive Program in Columbia Business School, Columbia University, 1999
  • Senior Managers in Government Program, Harvard Kennedy School of Government, 2000
  • S-2 International Relations and Affairs Fletcher School of Law and Diplomacy, Massachusetts, Amerika Serikat, 2005 
Pekerjaan
  • Arthur Andersen, 1986
  • Invesment Manager Indonesian Capital Market Supervisory Agency, 1995
  • Direktur Citibank/Citigroup, 1999-2001
  • Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, 2001-2006
  • Managing Director Investment Banking Citibank/Citigroup, 2006-2008
  • Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, 2009-2014
  • Menteri Perhubungan, 2014-sekarang
Jabatan Lain
  • Anggota Asian Management Advisory Group of Fletcher School, 2006
  • Anggota International Management Advisory Group of Fletcher School, 2007
  • Ketua Dewan Pengawas Yayasan Universitas Presiden, Indonesia, 2008
Penghargaan:
2012
  • One of the 6 Most Favourite CEOs versi Majalah Tempo
  • Marketer of The Year di Sektor Transportasi dari Asosiasi Pemasar Indonesia 
2013
  • CEO of Choice versi Majalah SWA
  • Accountant of the Year dari Asosiasi Akuntan Indonesia
  • The Golden Action Award dari Rakyat Merdeka
  • The Most Innovative CEO versi Majalah Gatra
2014
  • The Outstanding Performance dari Asia Pacific Enterpreneur Association
  • The Best CEO versi Bisnis Indonesia
  • The Most Phenomenal Figure dari RCTI
 
Keluarga
Isteri     : Ratnawati
Anak     : 2 orang (Monica Jonan dan Caterine Jonan)
 
Sumber:
  • Pemberitaan Kompas
  • Heryanto, Gun Gun dan Iding Rosyidin.  2015. 10 Tokoh Transformatif Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga