Profil Tokoh

Hatta Rajasa

Hatta Rajasa
Maju Lagi
Hatta Rajasa kembali mencalonkan diri dalam bursa calon ketua umum Partai Amanat Nasional atau PAN yang digelar di Denpasar, Bali. Ia akan berhadapan dengan Ketua MPR Zulkifli Hassan. Arena Kongres PAN kali ini menjadi ajang pertaruhan Hatta untuk menduduki jabatan periode keduanya.

Hatta Rajasa adalah politisi PAN yang berasal dari Palembang. Hatta menjabat sebagai Menristek Kabinet Gotong Royong. Menhub dan Mensesneg pada Kabinet Indonesia Bersatu I, dan Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II. Hatta yang merupakan lulusan Teknik Perminyakan ITB  juga memiliki perusahaan pengeboran minyak PT Arthindo. Menjelang Pemilu 2014, Hatta yang menjabat sebagai Ketua Umum PAN dideklarasikan sebagai bakal calon presiden dari partai tersebut. Hatta kemudian diusung sebagai calon wakil presiden oleh koalisi PAN, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, PKS, dan PBB; mendampingi calon presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2014. 

Ir. H. Muhammad Hatta Rajasa lahir di Palembang pada tanggal 18 Desember 1953 sebagai anak kedua dari 12 bersaudara. Ayah Hatta Rajasa adalah H. Muhammad Tohir, seorang mantan tentara yang bertugas di Sumatera dan Jawa. Setelah menikah dengan ibu Hatta yaitu Hj. Aisyah binti M. Yusuf, M. Tohir berhenti dari ketentaraan dan bekerja menjadi PNS hingga menjadi camat di beberapa wilayah Sumatera Selatan.

Hatta Rajasa menjalani masa SD di Palembang dan Pangkal Pinang. Orang tua Hatta kemudian pindah ke Ogan komering Ilir, sekitar 100 kilometer dari Palembang. Hatta tidak ikut dengan orang tuanya melainkan tetap mengeyam SMP dan SMA di Palembang dengan dititipkan ke paman dari pihak ibunya. Saat menumpang di rumah pamannya, Hatta tidak berhenti mengerjakan pekerjaan rumah yang biasa dilakukannya sejak kecil di rumah orangtuanya. Ia diberi tugas untuk mengisi bak mandi sebelum menggenjot sepeda ke sekolah.

Setelah lulus SMA, Hatta kemudian melanjutkan pendidikan di Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung. Semasa kuliahnya tersebut, Hatta sering terlibat dalam organisasi kampus. Ia sempat menjadi Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan (HMTP) ITB dan Senator Mahasiswa ITB. Hatta juga terlibat menjadi aktivis Masjid Salman Bandung. Selain menimba ilmu berorganisasi, Hatta juga telah memupuk kemampuannya dalam bidang pekerjaan sejak masih kuliah. Ia pernah menjadi Site Engineering PT Bina Patra Jaya pada tahun 1977 hingga 1978. Di bangku kuliah pula Hatta telah merintis perusahaan bersama teman-temannya.

Setelah lulus kuliah pada tahun 1980, Hatta sebenarnya lebih memilih untuk bekerja dengan mendirikan perusahaan sendiri daripada menjadi karyawan. Cita-cita Hatta tersebut cepat terwujud. Dengan pengalaman sebagai Wakil Manager Teknis PT Meta Epsi, Hatta berhasil mendirikan PT Arthindo Group yang bergerak di bidang pengeboran minyak, tambang batubara, dan kontraktor. Perusahaan yang dipimpin oleh Hatta sebagai presiden direktur pada tahun 1982-2000 tersebut memiliki mitra bisnis diantaranya PT Caltex Pacific Indonesia, PT Pertamina, North Field, dan PT Indonesia Power. Hatta juga pernah menjadi Direktur PT Mafhabor Indonesia pada tahun 1981 sampai 1989. Selain menjalankan bisnis, kegiatan organisasi seperti Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) juga turut digeluti Hatta.

Pada tahun 1998, Hatta bergabung dengan Partai Amanat Nasional. Saat itu, ia dipercaya menjadi Ketua Departemen Sumber Daya Alam dan Energi PAN. Posisinya kemudian meningkat hingga ia menjadi Sekretaris Jendral PAN tahun 2000. Keanggotaannya dalam PAN kemudian membawa Hatta menduduki kursi anggota DPR tahun 1999-2004 dari dapil Bandung. Dalam DPR, Hatta kemudian menduduki jabatan sebagai anggota komisi VIII dan Ketua Fraksi Reformasi. Karir politik Hatta dalam PAN tersebut mencapai puncaknya ketika ia menjadi Ketua Umum PAN masa jabatan 2010-2015.

Pada bidang pemerintahan, Hatta Rajasa merupakan tokoh politik yang paling lama menjabat sebagai menteri. Karir Hatta dalam lembaga eksekutif dimulai ketika Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai Menteri Riset dan Teknologi Kabinet Gotong Royong tahun 2001-2004. Menteri perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu I di masa kepemimpinan Presiden SBY tahun 2004-2007. Ketika Presiden SBY melakukan reshuffle kabinet tahun 2007, Hatta Rajasa didaulat menjadi Menteri Sekretaris Negara hingga tahun 2009. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Kabinet Indonesia Bersatu II di masa kepemimpinan Presiden SBY tahun 2009-2014. Salah satu karya Hatta selama menjabat sebagai Menko Perekonomian adalah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembanguna Ekonomi Indonesia (MP3EI). Hatta juga dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2013.

Pada Pemilu 2014, Hatta rajasa sebagai Ketua Umum PAN dicalonkan menjadi satu-satunya bakal calon presiden dari PAN. Namun, perolehan suara PAN pada pemilu legislatif tidak memenuhi syarat untuk mengusung calon presiden sendiri. Oleh karena itu, PAN berkoalisi dengan Gerindra, PPP, PKS, dan PBB untuk mengusung Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden yang berpasangan dengan calon presiden Prabowo Subianto. (Ayu Pratama Siantoro/Litbang Kompas)