Profil Tokoh

Darmin Nasution

Darmin Nasution
Selesai sebagai Gubernur bank sentral, nama Darmin masih berkibar di dunia perbankan.  Pada 16 Maret 2015 pemegang saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memilih Darmin menjadi komisaris utama perseroan.  Selain pengalamannya di dunia perbankan, posisinya sebagai mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak telah mengantar Darmin pada posisi tersebut menggantikan Mahmuddin Yasin yang mengundurkan diri.

Darmin Nasution dilahirkan di Tapanuli, Sumatera Utara, 21 Desember 1948. Setelah menyelesaikan jenjang sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Darmin melanjutkan studi ke Universitas Paris Sorbonne, Prancis, hingga jenjang doktoral.

Sebelum menjabat sebagai Dirjen Pajak (2006-2009), Darmin pernah menduduki jabatan Kepala Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Lembaga Keuangan untuk periode 2005-2006 dan Dirjen Lembaga Keuangan (2000-2005).

Saat menjabat sebagai Dirjen Pajak, ia pernah mengeluarkan Sunset Policy atau program penghapusan sanksi pajak.  Pada akhir 2007 jumlah wajib pajak terdaftar baru 5,3 juta orang, tetapi 14 bulan kemudian (pertengahan Februari 2009), jumlah wajib pajak terdaftar melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 12,1 juta orang.

Selain mendongkrak jumlah daftar wajib pajak, sunset policy melambungkan pendapatan negara. Pada 2007 penerimaan negara dari sektor pajak baru mencapai Rp 491 triliun. Setahun kemudian penerimaan negara dari pajak naik signifikan sebesar 32 persen menjadi Rp 658,7 triliun. Tidak mengherankan jika rasio penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto juga naik dari 12,4% pada 2007 menjadi 14,1% pada 2008.

Pada 27 Juli 2009, sesuai Keputusan Presiden No. 57/P Tahun 2009 tanggal 17 Juli 2009, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia melantik Darmin Nasution sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia untuk masa jabatan 2009–2014 menggantikan Miranda Goeltom. Pada waktu itu, Gubernur BI dijabat oleh Boediono.

Sehubungan dengan pencalonan Boediono sebagai wakil presiden, dikeluarkanlah Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/P Tahun 2009 tanggal 19 Mei 2009 tentang pemberhentian Boediono dari jabatan Gubernur BI. Mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Bank Indonesia, maka Deputi Gubernur Senior, Darmin Nasution menjalankan tugas Gubernur sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.

Sekalipun sudah bertugas sebagai Pjs Gubernur BI, bukan berarti kemudahan bagi Darmin untuk menduduki posisi tertinggi di bank sentral. Banyak perdebatan di internal DPR RI sebelum membuat keputusan terhadap calon Gubernur BI Darmin Nasution. Pro-kontra cukup keras terjadi pada saat itu.

Hasil Komisi XI berdasarkan uji kelayakan dan kepatutan menyetujui secara aklamasi dengan 9 catatan. Namun hasil tersebut diinterupsi oleh anggota DPR RI lain. Rapat pengesahan Darmin sebagai Gubernur BI sempat diskors. Anggota dewan yang menolak beralasan Darmin diduga terlibat kasus bailout Bank Centruy, kasus pajak Wilmar, pajak Halliburton, dan Paulus Tumewu. Oleh karena itu, sebagian anggota dewan menganggap Darmin tidak pantas menjadi Gubernur BI.

Namun demikian, dukungan terhadap Darmin juga tidak kecil. Setelah melalui diskusi yang cukup alot di antara anggota dewan, akhirnya Darmin disetujui sebagai Gubernur BI dan dilantik 1 September 2010 di gedung Mahkamah Agung, Jakarta. Ia pun berhasil menunjukkan kualitas dirinya.

Darmin berani memangkas suku bunga acuan hingga ke level terendah yakni 5,75 persen guna mendorong pertumbuhan kredit. Pada masa kepemimpinannya BI juga mengkaji kembali pengaturan kepemilikan asing dalam perbankan nasional.

Pada akhir masa kepemimpinannya, DPR RI pun mengakui prestasi Darmin Nasution yang berpengaruh signifikan terhadap ekonomi. Bahkan Darmin dianggap legenda hidup oleh Komisi XI DPR.  Selama kepemimpinannya di BI, Darmin Nasution berhasil menciptakan benchmark untuk BI.

(Endang Suprapti/Litbang Kompas).
 
 
Biodata

Nama Lengkap : Darmin Nasution
Tempat, Tanggal Lahir : Tapanuli, Sumatera Utara, 12 Desember 1948
Agama : Islam
Jabatan : Gubernur Bank Indonesia, 1/9/2010 – 22/5/2013

PENDIDIKAN :
 
  Umum :
- SD, 1961
- SMP, 1964
- SMA, 1967
- Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), 1976
- University Paris Sorbonne, Prancis, 1986
 
PERJALANAN KARIER :
  Pekerjaan :
- Anggota Dewan komisaris PT Pelindo I
- Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI), 1976
- Wakil Kepala Bidang Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FE UI, 1987 - 1989
- Kepala LPEM UI, 1989 - 1993
- Komisaris Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk., 2002
- Komisaris Utama PT Bank Mandiri Tbk., 2015
 
  Pemerintahan :
- Karyawan Departemen Keuangan Republik Indonesia, 1977
- Asisten Menteri Koordinator Bidang Industri dan Perdagangan (Asmenko Indag) I Kantor Menko Industri dan Perdagangan, 1993 – 1995
- Asisten Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi (Asmenko Prodis) Kantor Menko Prodis, 1995 - 1998
- Asisten Menteri Koordinator I Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara (Asmenko I Wasbangpan) Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN), 1998 – 2000
- Direktur Jenderal (Dirjen) Lembaga Keuangan Departemen Keuangan, 2000 - 2005
- Kepala Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), 2005 - 2006
- Dirjen Pajak Departemen Keuangan, 2006 - 2009
- Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, 2009 - 2010
- Gubernur Bank Indonesia, 2010 - 2013
 
PENGHARGAAN :
- Bintang Jasa Utama, 1996 
- Satyalencana Pembangunan, 1997 
- Satyalencana Karya Satya XX Tahun 1999 
       
 
Sumber: Litbang Kompas dan sumber lainnya