Profil Tokoh

Anies Rasyid Baswedan

Anies Rasyid Baswedan
Isu pendidikan di awal tahun biasanya seputar ujian nasional (UN). Tahun 2015 ini pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melaksanakan UN berbasis komputer dan memperlakukan hasil UN bukan sebagai seleksi masuk perguruan tinggi. UN juga bukan lagi penentu kelulusan siswa. Selain soal UN, kebijakan lain yang mengemuka adalah keputusan pemerintah menunda penerapan kurikulum 2013, dan meminta sekolah serta para guru kembali ke kurikulum 2006. 

Semua kebijakan tersebut terkait dengan Anies Baswedan, karena dialah Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah dalam Kabinet Kerja. Nama Anies berasosiasi dengan pendidikan. Sebelum terlibat dalam pemerintahan, Anies menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina. Ia tercatat sebagai intelektual yang dipilih menjadi  rektor pada usia 38 tahun, sehingga Anies “dinobatkan” sebagai rektor termuda di Indonesia.

Selain menjadi pejabat di universitas yang cukup terkenal, ia pun menggagas gerakan pendidikan yang dikenal dengan nama “Indonesia Mengajar”. Program tersebut merekrut anak-anak muda lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang terpanggil untuk mengabdi sebagai guru di sekolah-sekolah dasar di pelosok Indonesia.

Anies dengan nama lengkap Anies Rasyid Baswedan, lahir di Kuningan, Jawa Barat, 46 tahun yang lalu, dari pasangan Rasyid Baswedan (mantan Wakil Rektor Universitas Islam Indonesia) dan Aliyah (Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta). Kakeknya, Abdurrahman Baswedan adalah seorang jurnalis dan perintis kemerdekaan yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan (1946).

Anies lebih banyak menghabiskan masa kecil dan remajanya di Yogyakarta. Ia memiliki banyak prestasi akademis dan aktif di organisasi sekolah. Bakat memimpinnya mulai menonjol saat ia duduk di bangku SMA. Ia pernah menjadi Ketua OSIS se-Indonesia dan juga terpilih mengikuti program pertukaran pelajar AFS (American Field Service) di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat selama setahun.

Pendidikan tinggi ia lewati di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Di kampus Anies pun terlibat di berbagai organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa Islam dan senat mahasiswa. Semasa kuliah Anies mendapat beasiswa dari Japan Airlines Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas di Sophia University, Tokyo, Jepang. Beasiswa tersebut ia dapatkan setelah memenangkan lomba menulis mengenai lingkungan.

Anies, suami Fery Farhati Ganis dan bapak 4 orang anak ini, lulus dari di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta tahun 1995. Ia sempat bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM. Anies lalu memperoleh beasiswa dan melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Ia meraih gelar master dari School of Public Affairs, University of Maryland, College Park pada tahun 1997. Dua tahun kemudian, tokoh yang terkenal sebagai penggagas dan penggerak gerakan “Turun Tangan” ini memperoleh gelar doktor dari Northern Illinois University.

Perjalanannya mengasah kemampuan intelektual membuahkan banyak penghargaan dan kepercayaan. Pada akhir tahun 2009 Susilo Bambang Yudhoyono, yang saat itu menjabat sebagai Presiden RI, memilih Anies menjadi anggota Tim-8 dalam kasus dugaan pidana terhadap pimpinan KPK (Bibit dan Chandra). Ia pun dipercaya untuk menjadi Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keterlibatatannya di dunia politik kian mendalam dengan keikutsertaannya di konvensi calon presiden dari Partai Demokrat menjelang pemilihan presiden Indonesia 2014. Anies tidak lolos. Namun, saat pemilihan presiden tiba, Anies terlibat dalam tim kampanye pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai salah seorang juru bicara.

(Endang Suprapti/Litbang Kompas)


BIODATA

Nama Lengkap                  : Anies Rasyid Bawesdan
Tempat Tanggal Lahir      : Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969
Agama                                : Islam
Pendidikan:
-        SD IKIP Laboratori II, Yogyakarta, 1982
-        SMP Negeri 5, Yogyakarta, 1985
-        SMA South Milwaukee, Senior High School (AFS Year Program) Wisconsin, AS, 1988
-        SMA Negeri 2 Yogyakarta, 1989
-        S1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1995
-        S2 University of Maryland, School of Public Policy, College Park, AS, 1998
-        S3 Northern Illinois University, Departemen Of Political Science, Dekalb, Illnois, AS, 2005
Karier:
-        Pusat Antar Universitas, Universitas Gadjah Mada, 1994-1996
-        Peneliti pada Pusat Penelitian, Evaluasi dan Kajian Kebijakan, Northern Illinois University, 2000
-        Peneliti Utama, Lembaga Survei Indonesia, 2005-2007
-        Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan, 2006-2007
-        National Advisor, bidang desentralisasi dan otonomi daerah, kemitraan bagi pembaruan tata pemerintahan, 2006-2007
-        Rektor Universitas Paramadina sejak 2007
-        Anggota tim-8 dalam kasus dugaan pidana pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Bibit dan Chandra), 2009
-        Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi, 2013
-        Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan Kabinet Kerja, 2014-2019
Lainnya:
-        Inisiator gerakan Indonesia Mengajar dan Indonesia Menyala (gerakan buku dan perpustakaan yang diinisiasikan oleh Gerakan Indonesia Mengajar, 2010
-        Inisiator gerakan Turun Tangan

Penghargaan:
-        William P. Cole III Fellowship dari School of Public Policy, University of Maryland, 1998
-        ASEAN Student Awards Program dari USAID, 1998
-        Gerald Maryanov Award (Departemen Ilmu Politik Universitas Northern Illinois), 2004-2005
-        100 Intelektual Publik Dunia (Majalah Foreign Policy), 2008
-        Young Global Leaders (Wordl Economic Forum), 2009
-        Pasiad Education Award- The Association of Social and Economic Solidarity with Pacific Countries (Pasiad), 2010
-        Nakasone Yasuhiro Award, 2010
-        500 Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia (The Royal Islamic Strategic Studies Center, Jordania), 2010
-        20 Tokoh Pembawa Perubahan Dunia (Majalah Foresight Jepang), 2010
-        The Golden Awards (Gerakan Indonesia Mengajar), 2013
-        Anugerah Intergritas Nasional dari Kominitas Pengusaha Antisuap Serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, 2013
-        Penghargaan Dompet Dhuafa Award, 2013
-        Penghargaan Tokoh Inspiratif (Anugerah Hari Sastra Indonesia), 2013
 
Keluarga:
Istri:  Fery Farhati Ganis
Anak:    
1. Mutiara Annisa
2. Kaisar Hakam
3. Mikail Azizi
4. Ismail Hakim
 
Sumber: Litbang Kompas diolah dari http://aniesbaswedan.comhttps://djarumbeasiswaplus.org, dan sumber  lainnya