Profil Lembaga

Partai Persatuan Pembangunan

Partai Persatuan Pembangunan
PPP merupakan salah satu partai senior yang telah mengikuti pemilu sejak era orde baru. Partai ini sejak awal berazaskan Islam. Walaupun pernah berubah azas dan lambang partai, PPP kembali konsisten dengan azas Islamnya pasca era orde baru tumbang. Kini bersama ketua umumnya, PPP berusaha menjadi sebagai rumah besar umat Islam yang kini cenderung terpecah-pecah di partai-partai lain.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan salah satu partai senior. PPP berdiri sejak 5 Januari 1973 dan merupakan penggabungan dari empat partai keagamaan diantaranya Partai Nahidiatul Utama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Perti, dan Permusi. Penggabungan ini dalam rangka penyederhanaan sistem kepartaian menghadapi pemilu pertama pada masa Orde Baru tahun 1973.

Awal terbentuk, PPP berazaskan Islam dan berlambangkan Ka’bah. Akibat tekanan politik kekuasaan Orde Baru, PPP pernah berbelok menjadi azas Negara Pancasila dan berlambang bintang dalam segi lima.  Azas ini sesuai dengan sistem politik dan peraturan perundangan yang berlaku sejak tahun 1984. Namun setelah tumbangkan Orde Baru, PPP kembali menggunakan azas Islam.

PPP telah mengikuti enam kali pemilu sejak tahun 1977 hingga pemilu tahun 1999 dengan hasil yang fluktuatif.  Perolehan suara PPP pada pemilu 1977 sebesar 29,29 persen, pemilu 1982 sebesar 27,78 persen, pemilu 1987 sebesar 15,97 persen, pemilu tahun 1992 sebesar 14,59 persen, dan pemilu tahun 1999 sebesar 10,71 persen. Menilik perolehan suara PPP dari awal masa Reformasi hingga pemilu tahun 2009 yang cenderung turun, menjelang pemilu 2014 pimpinan PPP mencoba mencanangkan pemikiran yang visioner. Partai yang kini diketuai Suryadharma Ali mengarahkan PPP sebagai rumah besar umat Islam yang kini cenderung terpecah-pecah di partai-partai lain.
 
Visi dan Misi
  1. PPP berkhidmat untuk berjuang dalam mewujudkan dan membina manusia dan masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, meningkatkan mutu kehidupan beragama, mengembangkan Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Dengan demikian PPP mencegah berkembangnya faham-faham atheisme, komunisme/marxisme/leninisme, serta sekularisme, dan pendangkalan agama dalam kehidupan bangsa Indonesia.
  2. PPP berkhidmat untuk memperjuangkan hak-hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia sesuai harkat dan martabatnya dengan memperhatikan nilai-nilai agama terutama nilai-nilai ajaran Islam, dengan mengembangkan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Dengan demikian PPP mencegah dan menentang berkembangnya neo-feodalisme, faham-faham yang melecehkan martabat manusia, proses dehumanisasi, diskriminasi, dan budaya kekerasan.
  3. PPP berkhidmat untuk berjuang memelihara rasa aman, mempertahankan dan memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengembangkan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa). Dengan demikian PPP mencegah dan menentang proses disintegrasi, perpecahan dan konflik sosial yang membahayakan keutuhan bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
 
Profil PPP
  • Ketua DewanPertimbangan : Drs. H. Zarkasih Nur
  • Ketua Umum : Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si.
  • Sekjen : Ir. H. M. Romahurmuziy, MT
  • Bendahara : Drs. H. Mahmud Yunus
  • Sekreatariat DPP : Jl. Diponegoro No.60 Jakarta 10310
  • Website : www.ppp.or.id
  • Telp : 021- 31926164 atau 021- 31936338
  • Fax : 021- 3142558
 
Sumber : mediacenter.kpu.go.id dan ppp.or.id