Profil Lembaga

Partai Keadilan Sejahtera

Partai Keadilan Sejahtera
Partai yang sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK) ini terbentuk sejak 20 Juli 1998. Dakwah sebagai konsep awal partai kini berubah menjadi lebih membuka diri kepada semua pemeluk agama. Akibat perolehan suara partai ini tidak mencapai batas electoral treshold (ET) pada Pemilu 1999, PK berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan resmi dideklarasikan pada 20 April 2002 dengan Hidayat Nur Wahid sebagai presiden partai.

Sebelum bernama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai ini bernama Partai Keadilan (PK). PK terbentuk sejak 20 Juli 1998. Awal mulanya partai ini mengusung konsep dakwah yang identik dengan partai eksklusif, namun akhirnya berani dan mau membuka diri untuk semua pemeluk agama di Indonesia. Pada Pemilu tahun 1999, PK berhasil mengantongi 1,4 juta pemilih suara yang berarti 7 kursi di DPR menjadi hak PK. Walaupun demikian, perolehan suara tersebut tidak mencapai batas electoral treshold (ET), akibatnya PK harus mengubah nama agar dapat mengikuti perhelatan pemilu peiode berikutnya. PK akhirnya bergabung dan mengubah nama menjadi PKS setelah partai tersebut menyelesaikan proses verifikasi di Departemen Kehakiman dan HAM di beberapa tingkatan. Tepat tanggal 20 April 2002 resmi menjadi hari kelahiran PKS dengan Hidayat Nur Wahid sebagai presiden partainya.

Setelah pemilu tahun 2004, Hidayat Nur Wahid dipercaya menjadi ketua MPR masa bakti 2004 – 2009. Akibatnya Hidayat Nur Wahid harus mengundurkan diri sebagai presiden PKS dan digantikan oleh Tifatul Sembiring untuk masa jabatan 2005 - 2010. Pasca masa pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono, Tifatul Sembiring dipercaya menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Belum selesai masa kerja sebagai presiden PKS, Tifatul harus mengundurkan diri dan digantikan oleh Luthfi Hasan Ishaq yang juga terpilih sebagai presiden PKS masa jabatan 2010-2014. Pukulan berat bagi PKS, ketika di penghujung tahun 2013 Lutfi tersandung masalah korupsi impor daging sapi. Ditetapkannya Lutfi sebagai tersangka, mengakibatkan presiden PKS lagi-lagi harus diestafet dan kali ini digantikan oleh Anis Matta.
 
 
Visi dan Misi
Visi :
  1. Partai da’wah yang memperjuangkan Islam sebagai solusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  2. Memperjuangkan kekuatan transformatif dari nilai dan ajaran Islam di dalam proses pembangunan kembali umat dan bangsa di berbagai bidang.
  3. Diharapkan lahir kekuatan yang mempelopori dan menggalang kerjasama dengan berbagai kekuatan yang secita-cita dalam menegakkan nilai dan sistem Islam yang rahmatan lil alamin.
  4. Akselerator bagi perwujudan masyarakat madani di Indonesia.
Misi :
  1. Menyebarluaskan da’wah Islam dan mencetak kader-kadernya sebagai anashir taghyir.
  2. Mengembangkan institusi-institusi kemasyarakatan yang Islami di berbagai bidang sebagai markas taghyir dan pusat solusi.
  3. Membangun opini umum yang Islami dan iklim yang mendukung bagi penerapan ajaran Islam yang solutif dan membawa rahmat.
  4. Membangun kesadaran politik masyarakat, melakukan pembelaan, pelayanan dan pemberdayaan hak-hak kewarganegaraannya.
  5. Menegakkan amar ma’ruf nahi munkar terhadap kekuasaan secara konsisten dan kontinyu dalam bingkai hukum dan etika Islam.
  6. Melakukan komunikasi, silaturahim, kerjasama, dan ishlah dengan berbagai unsur atau kalangan umat Islam untuk terwujudnya ukhuwah Islamiyah dan wihdatul-ummah, dan dengan berbagai komponen bangsa lainnya untuk memperkokoh kebersamaan dalam merealisir agenda reformasi.
  7. Ikut memberikan kontribusi positif dalam menegakkan keadilan dan menolak kedhaliman khususnya terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas.
 
Profil PKS
  • Nomor Urut : 3
  • Ketua Majelis Syura : KH Hilmi Aminuddin
  • Ketua Umum : Muhammad Anis Matta
  • Sekjen : Muhamad Taufik Ridlo
  • Bendahara : Mahfudz Abdurrahman
  • Sekretariat DPP : Jalan TB.Simatupang No.82 Pasar Minggu, Jakarta 12520
  • Website : www.pks.or.id
  • E-mail : setjen.dpp@pks.or.id
  • Telp : 021- 78842116
  • Fax : 021- 78846456
 
Sumber : mediacenter.kpu.go.id dan www.pks.or.id