Profil Lembaga

Partai Golongan Karya

Partai Golongan Karya
Partai Golkar pernah berada di puncak kejayaan ketika masa orde baru. Walau tidak seperti dahulu, kini pohon beringin tetap berdiri kokoh, terbukti pada Pemilu 1999 Partai Golkar masih menduduki peringkat kedua. Begitu juga ketika Pemilu 2014, partai yang kini diketuai Abu Rizal Bakrie ini masih kokoh bertengger di peringkat kedua yang juga di bawah PDIP.

Partai Golongan Karya (Golkar) terbentuk sejak 20 Oktober 1964. Partai Golkar sebelumnya merupakan Sekretariat Bersama (Sekber) Golongan Karya yang bertujuan untuk menghadapai Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Bung Karno. Sekber ini awalnya hanya beranggotakan 61 organisasi fungsional, namun kemudian semakin berkembang menjadi 291. Organisasi-oragnisasi tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis hasil karyanya dan dibagi menjadi tujuh Kelompok Induk Organisasi (KINO). KINO tersebut diantaranya Koperasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Organisasi Profesi, Ormas Pertahanan Keamanan (HANKAM), Gerakan Karya Rakyat Indonesia (GAKARI), dan Gerakan Pembangunan.

Pada 4 Februari 1970 tujuh KINO sebagai kekuatan Sekber Golkar mengeluarkan keputusan bersama untuk ikut serta menjadi peserta Pemilu 1971. Waktu itu sebagian besar masyarakat mencurahkan suaranya untuk partai ini, mengantarkan partai berlambang pohon beringin ini di peringkat pertama. Orde baru menjadi masa puncak kejayaan Partai Golkar. Soeharto sebagai ketua dewan pembina Partai Golkar sekaligus Presiden RI memerintah Indonesia dengan sangat tegas. Pegawai negeri diwajibkan menggunakan aspirasinya hanya untuk Partai Golkar. Akibatnya tidak salah jika partai ini selalu menang di beberapa kali pemilu. Namun semuanya itu berubah ketika Soeharto lengser pada 21 Mei 1998 dan era reformasi dimulai.

Pohon beringin tetap berdiri kokoh, terbukti pada Pemilu 1999 Partai Golkar masih menduduki peringkat kedua di bawah PDIP. Begitu juga dengan Pemilu 2014, partai yang kini diketuai Abu Rizal Bakrie ini masih kokoh bertengger di peringkat kedua yang juga di bawah PDIP. Menurut Akbar Tanjung dalam disertasinya menyebutkan bertahannya partai ini tidak lepas dari kemampuan partai mendayagunakan kelembagaan yang telah mengakar kuat dan secara bersamaan melakukan penyesuaian terhadap berubahnya lingkungan.
 
Visi dan Misi
Misi :
  1. Mempertegas komitmen untuk menyerap, memadukan, mengartikulasikan, dan memperjuangkan aspirasi serta kepentingan rakyat. Khususnya kelompok masyarakat yang berada pada posisi marginal yang selama ini kurang mendapat perhatian dan acap kali menjadi korban pembangunan, sehingga menjadi kebijakaan politik yang bersifat publik.
  2. Melakukan rekruitment kader yang berkualitas melalui sistem prestasi dan mendapat dukungan rakyat untuk duduk dalam jabatan-jabatan politik di lembaga-lembaga permusyawaratan/perwakilan dan permerintahan. Jabatan politik tersebut diabdikan sepenuhnya untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
  3. Meningkatkan proses pendidikan dan komunikasi politik yang dialogis dan partisipatif, yaitu membuka diri terhadap berbagai pikiran, aspirasi dan kritik dari masyarakat.
Visi :
  1. GOLKAR adalah partai terbuka (Inklusif) bagi segenap golongan dan lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, bahasa, dan status sosial ekonomi
  2. GOLKAR adalah partai mandiri yang merupakan organisasi kekuatan sosial politik yang yang mampu mengambil setiap keputusan politik dan kebijakan organisasi tanpa campur tangan atau intervensi dari siapapun dan pihak manapun.
  3. GOLKAR adalah partai demokratis yang senantiasa baik secara internal maupun eksternal betul-betul menjadi pelopor tegaknya kehidupan politik yang demokratis dan terbuka.
  4. GOLKAR adalah partai moderat yang senantiasa mengutamakan posisi tengah (moderat) dan tidak berorientasi ke kiri atau ke kanan secara ekstrem.
  5. GOLKAR adalah partai yang solid secara utuh dan kukuh senantiasa berupaya mendayagunakan segenap potensi yang dimilikinya secara sinergis.
  6. GOLKAR adalah partai yang mengakar yang senantiasa mengupayakan agar para anggota dan kadernya tumbuh dan berkembang dari bawah berdasarkan azas prestasi, bukan berdasarkan atas kolusi dan nepotisme.
  7. GOLKAR adalah partai yang responsif, senantiasa peka dan tanggap terhadap aspirasi dan kepentingan rakyat, serta konsisten untuk memperjuangkan menjadi keputusan politik yang bersifat publik dan menguntungkan seluruh rakyat.

 Profil partai Golkar
  • Nomor Urut : 5
  • Ketua Dewan Penasihat : Akbar Tandjung
  • Ketua Umum DPP : Aburizal Bakrie
  • Sekretaris Jenderal : Idrus Marham
  • Bendahara : Drs. Setya Novanto
  • Sekertariat DPP : Jl. Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat 11480
  • Website : www.partaigolkar.or.id
  • Telp : 021- 5302222
  • Fax : 021- 5303380
 
Sumber : mediacenter.kpu.go.id dan pemberitaan ”Kompas”