Profil Daerah

Prov. Banten

Prov. Banten
Nama Resmi : Provinsi Banten
Ibukota : Serang
Luas Wilayah : 9.662,92 Km²
Jumlah Penduduk : 9.978.932 Jiwa
Suku Bangsa : Sunda, Baduy
Agama : Islam, Protestan, Katolik, dan Sunda Wiwitan
Wilayah Administrasi :

4 Kabupaten, 4 Kota, 155 Kecamatan, 313 Kelurahan,
1238 Desa

Website : www.bantenprov.go.id

 

 



(Permendagri No.39 Tahun 2015)







Nama Daerah
Ibu Kota     
: Provinsi Banten
: Serang
Batas Wilayah
      Utara   
      Selatan   
      Barat         
      Timur       

: Laut Jawa
: Samudera Hindia
: Selat Sunda
: Provinsi DKI Jakarta
Luas Wilayah      
Jumlah Penduduk     
Jumlah Kabupaten/Kota 
Dana Alokasi Umum (2007)    
: 9.018,64 km2
: 9.147.923 jiwa (2004)
: 6
: Rp 330,59 miliar
               

 LUAS DAERAH DAN JUMLAH PENDUDUK  

NO KABUPATEN/KOTA LUAS (Km2) PENDUDUK
JUMLAH (jiwa) KEPADATAN (jiwa/km2)
1 PANDEGLANG 2.746,91 1.122.896 409
2 LEBAK 3.044,72 1.148.269 377
3 TANGERANG 1.160,41 3.215.737 2.771
4 SERANG 1.704,12 1.816.383 1.066
5 KOTA TANGERANG 186,97 1.512.714 8.091
6 KOTA CIREBON 175,51 331.924 1.891
TOTAL 9.018,64 9.147.923 1.014
       



Sejarah

Dahulu wilayah Banten (Cilegon, Tangerang, Serang, Pandeglang dan Lebak) merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat, namun dengan adanya pemekaran daerah maka sejak tanggal 4 Oktober 2003 Banten resmi menjadii sebuah Provinsi dengan Ibukota Serang. Meskipun usianya masih muda Banten mempunyai sejarah panjang dalam perjuangan bersama dengan daerah-daerah yang lainnya, utamanya perjuangan melawan kaum kolonialisme / penjajahan.   

Arti Logo

Kubah Mesjid, melambangkan kultur masyarakat yang agamais.
Bintang bersudut lima, melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Menara Mesjid Agung Banten, melambangkan semangat tinggi, yang berpedoman pada petunjuk Allah SWT.
Gapura Kaibon, melambangkan Daerah Propinsi Banten sebagai pintu gerbang peradaban dunia, perekonomian dan lalu lintas internasional menuju era globalisasi.
Padi berwarna kuning berjumlah 17 dan kapas berwarna putih berjumlah 8 tangkai, 4 kelopak berwana coklat, 5 kuntum bunga melambangkan Propinsi Banten merupakan daerah agraris, cukup sandang pangan. 17-8-45 menunjukkan Proklamasi Republik Indonesia.
Gunung berwarna hitam, melambangkan kekayaan alam dan menunjukkan dataran rendah serta pegunungan.
Badak bercula satu, melambangkan masyarakat yang pantang menyerah dalam menegakkan kebenaran dan dilindungi oleh hukum.
Laut berwarna biru, dengan gelombang putih berjumlah 17 melambangkan daerah maritim, kaya dengan potensi lautnya.
Roda gerigi berwarna abu-abu berjumlah 10, menunjukkan orientasi semangat kerja pembangunan dan sektor industri.
Dua garis marka berwarna putih, menunjukkan landasan pacu Bandara Soekarno Hatta. Lampu bulatan kuning,  melambangkan pemacu semangat mencapai cita-cita.
Pita berwarna kuning, melambangkan ikatan persatuan dan kesatuan masyarakat Banten.
Semboyan "IMAN TAQWA" sebagai landasan pembangunan menuju Banten Mandiri, Maju dan Sejahtera.
 
Arti warna yang digunakan dalam simbol daerah:
  • Merah: melambangkan keberanian
  • Coklat: melambangkan kemakmuran
  • Hijau: melambangkan kesuburan
  • Biru: melambangkan kejernihan, kedamaian dan ketenangan
  • Abu-abu: melambangkan ketabahan
  • Hitam: melambangkan keteguhan, kekuatan dan ketabahan hati
  • Kuning: melambangkan kemuliaan, lambang kejayaan dan keluhuran
  • Putih: melambangkan suci, arif dan bijaksana

 

Nilai Budaya

Terdapat 20 seni tradisional yang  dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
  1. Seni Tradisional yang sangat kental diwarnai agama Islam yang perkembangannya hidup bersama agama itu sendiri. Seni-seni dalam katagori ini adalah : ngabedug (seni bedug), seni rampak bedug, seni qasidah, terebang gede, marhaba rakbi, dzikir saman, debus, patingtung, rudat, angklung buhun, dog dog lojor, bendrong lesung, ubrug dan beluk.
  2. Seni Tradisional yang datang dari luar Banten tapi telah mengalami proses akulturasi budaya sehingga terkesan sebagai seni tradisional Banten. Termasuk katagori ini adalah seni-seni kuda lumping, tayuban, gambang kromong dan tari cokek.